Upaya perundingan antara Samsung Electronics dengan Serikat Buruh Lintas Perusahaan (SBLP) Cabang Samsung Electronics yang difasilitasi Pemerintah Korea Selatan berakhir buntu pada Rabu (13/5/2026).
Sebagaimana dilaporkan Reuters (13/5/2026), buntunya perundingan ini memicu rencana mogok kerja selama 18 hari yang dijadwalkan berlangsung sejak 21 Mei mendatang.
Choi Seung-ho, ketua SBLP Cabang Samsung bilang, mereka tidak akan berunding kembali dengan alasan perusahaan tidak memberikan usulan yang berarti bagi para buruh dalam beberapa bulan terakhir.
”Kami (sudah) menurunkan tuntutan kami agar tercapai kesepakatan, tetapi usulan perusahaan sama sekali tidak berubah,” ungkap Seung-ho, dikutip dari The Korea Times pada Kamis (14/5/2026).
Duduk Perkara: Tuntutan Bonus di Tengah Ledakan AI
Peristiwa bermula dari tuntutan serikat buruh yang meminta perusahaan memberikan bonus kinerja setara 15% dari laba operasional.
Selain itu, mengutip The Korea Herald, serikat buruh juga menuntut penghapusan batas maksimal bonus (cap) dan pembakuan sistem bonus ke dalam aturan resmi.
Tuntutan ini muncul setelah Samsung Electronics mengumumkan laba operasionalnya pada kuartal pertama sebesar 57,2 triliun won pada April lalu.
The Korea Herald mencatat, angka ini mencetak rekor laba per kuartal terbesar dalam sejarah Korea Selatan setelah mengalami lonjakan 755% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year).
Selain itu, sejumlah broker domestik memproyeksikan, laba operasional tahunan Samsung berpotensi tembus 300 triliun won, seiring dengan terjadinya siklus super (supercycle) pada industri cip memori yang dipicu ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Dalam perundingan yang berlangsung selama hampir 17 jam itu, mengutip The Korea Herald, tidak terjadi kesepakatan antara serikat buruh dengan manajemen Samsung Electronics.
Pihak manajemen tetap ingin mempertahankan praktik pembagian bonus sebesar 10% dari laba operasional tanpa mengunci rasio tersebut secara permanen dalam Perjanjian Kerja Bersama (PKB), sekaligus menolak tuntutan penghapusan cap.
Rencana Mogok Buruh: Ancaman Serius bagi Industri Cip Korea Selatan
Buntunya perundingan antara manajemen Samsung Electronics dengan serikat buruh memicu rencana mogok kerja selama 18 hari yang dijadwalkan berlangsung sejak 21 Mei mendatang.
Choi Seung-ho, ketua SBLP Cabang Samsung menegaskan, sekitar 41 ribu buruh akan terlibat dalam pemogokan. Bahkan, jumlah tersebut dapat meningkat lebih dari 50 ribu buruh.
“Tidak ada gunanya menunggu lebih lama lagi. Kami tidak berencana melakukan pemogokan ilegal. Kami akan melakukannya dengan cara yang sah,” kata Seung-ho, dikutip dari The Korea Herald pada Kamis (14/5/2026).
Profesor Universitas Sungkyunkwan, Kwon Seok-joon, mengatakan kepada Financial Times, rencana mogok kerja ini diperkirakan akan menelan kerugian sebesar 10 triliun hingga 17 triliun won.
Selain itu, rencana pemogokan juga diprediksi memberikan efek domino terhadap 1.700 perusahaan pemasok di tengah ketergantungan ekonomi Korea Selatan yang tinggi pada industri cip.