Ada 86 massa aksi yang menjadi korban dan dilarikan ke Rumah Sakit Kramat 128, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
Rata-rata korban mengalami sesak napas karena kekurangan oksigen yang disebabkan tembakan gas air mata aparat saat aksi di Mako Brimob, Kwitang, Jakarta Pusat.
Menurut Risky, pendata daftar korban RS Kramat 128, korban mulai berdatangan sejak pukul 13.00 WIB.
“(Ini) data korban dari demonstrasi yang tercatat. Ada beberapa yang tidak tercatat,” ujar Risky sembari menunjukan daftar data korban di papan tulis.
Beberapa korban tidak bisa dicatat karena harus dilarikan ke RS Islam, Cempaka Putih, dengan cepat.
Risky mengatakan, keterbatasan alat medis serta gejala korban yang lebih parah, membuat rumah sakit tidak sempat mencatat karena harus segera dilarikan ke rumah sakit lain.
Seorang perawat yang ditemui Diakronik menuturkan, ada luka seperti terkena peluru gas air mata. Namun, hal ini belum bisa dikonfirmasi.
“Terkena gas air mata dan robek di kaki dikarenakan (perkiraan) terkena peluru,” ujarnya.